Selasa, 06 Desember 2011

Dumbeg, Makanan Khas Rembang



Kalian tentu pernah mendengar atau mencicip makanan tradisional ini kan ? Ya, Dumbeg. Makanan ini dibuat dari tepung beras, gula pasir/gula aren dan ditambahkan garam, air nira (legen) dan kalau suka  ditaburi buah nangka/kelapa muda  yang dipotong  sebesar dadu.

Kemudian tempatnya dari daun lontar (pohon nira) berbentuk kerucut dengan bau yang khas.

Cara pemasakannya adalah dengan memasaknya selama beberapa jam di dalam alat pengukus yang sebelumnya dialasi dengan kukusan yang berbentuk kerucut.

Aroma yang khas serta rasa yang nikmat dan manis seperti puding padat, membuat raa dumbeg begitu digemari.
Kabupaten Rembang contohnya, memiliki tradisi sedekah bumi yang setiap tahunnya membuat dumbeg sebagai makanan tradisional di dalam acara sedekah bumi.

2 komentar:

Hany mengatakan...

makanan khas mana sih ini kak?? saya kemarin sempat ke paciran lamongan disana namanya jumbreg..mirip-mirip dikit ya..tapi penampakan e sama :D

arry beat mengatakan...

Enak ta rasane?

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa