Senin, 05 September 2011

Pelatih Cile Direkrut



PSIR Rembang dikabarkan akan merekrut pelatih asal Cile Jorge Enrique Amaya untuk menghadapi Kompetisi Profesional Level I PSSI musim 2011/2012. Mantan pelatih tim Divisi Utama Liga Thailand BEC Tero itu dalam waktu dekat ini akan tiba di Rembang untuk menandatangani kontrak.


Direktur Media PSIR, Daenuri, membenarkan kabar perekrutan pelatih asal Cile itu. Dia menerangkan dengan kehadiran Jorge, tim kebanggaan Wong Rembang itu sementara menutup rekruitmen pelatih.

“Sebelumnya kami memang membuka rekruitmen pelatih. Namun rencana itu kami batalkan karena Jorge memastikan mau melatih di Rembang,“ terang dia, kemarin.

Terpilihnya Jorge itu terbilang sangat mengejutkan. 
Pasalnya nama pelatih asal Cile tersebut kurang dikenal di kancah sepak bola Indonesia. Selain Jorge, sebelumnya tim berkostum oranye-oranye itu justru dikabarkan berusaha keras membidik pelatih kawakan asli Rembang Daniel Roekito. PSIR juga sebelumnya didekati Edi Simon Badawi dan Nasrul Koto. 



Angin Segar Daenuri masih enggan untuk menjelaskan latar belakang pemilihan Jorge sebagai pelatih tim yang pernah menembus delapan besar Divisi Utama Perserikatan di tahun 1990-an itu. Namun, dia berharap kehadiran Jorge bisa membawa angin segar bagi prestasi tim berjuluk Dampo Awang itu. “Bukan hanya pada tim, kehadiran Jorge kami harap bisa menyemarakkan persepakbolaan Rembang dan Indonesia,“ ujar dia.

Diterangkannya setelah mendapatkan pelatih, tim kini hanya tinggal memburu pemain. Pemain yang berminat memperkuat PSIR, tambah dia, bisa melampirkan riwayat hidup ke email maxi.psir2011@yahoo.com atau fax 0295692206.

“Kami akan mulai melakukan rekruitmen Senin 5 September. Silakan bagi yang berminat bisa menghubungi PSIR,“ tandas dia. (H19-81) 


sumber : Suara Merdeka 

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa