Kamis, 08 September 2011

Bagan All Mountain


Banyaknaya variasi medan yang harus dilakoni – tanjakan yang panjang, juga turunan yang curam, sudah seharusnya sepeda jenis All Mountain (AM) memiliki setting tersendiri. Yang tentu berbeda dengan jenis lainnya. Salah satu yang paling menyolok adalah travel-nya. Bertinggi rata-rata 120 sampai 150 mm alias lebih pendek sedikit dari DH, travel AM kebanayakan adjustable. Berikut adalah bagan komplet sebuah sepeda AM.

1.    Stem
Biasanya berukuran pendek. Tak sepantasnya DH tapi cukup pendek dalam rangka membantu kendali dan respon pengendara ketika melahap tanjakan maupun turunan. Ukurannya berkisar antara 60-80 mm.

2.    Rem
Setting tuas rem/brakelever biasanya sejajar dengan posisi rider ketika duduk. Tak terlalu rendah atau terlalu tinggi. Jika sebaliknya maka posisi tangan akan membentuk sudut dan mengurangi respon handling.

3.    Trough Axle
Fork AM biasanya sudah menggunakan sistem penguncian trough axle yang memberikan efek kestabilan.

4.    Setting Suspensi
Setting-an ideal berada pada kisaran 25-30% travel sag/tekanan. Kehilangan tekanan suspensi belakang akan mengurangi performa ketika posisi mendaki.

5.    Sadel
Tak terlalu mundur ke belakang. Pasalnya jika terlalu mundur akan mengakibatkan berat badan terlalu tertumpu ke belakang sepeda. Hal ini akan merepotkan ketika menghadapi tanjakan.

6.    Ban
Besar ban antara 2.10 samapai 2.40 inchi. Ban ban dengan ukuran ini adalah pilihan terbaik untuk perjalanan cepat di trek AM.

7.    Pedal
Pedal jenis klip lebih disarankan guna mendapatkan efisiensi pedaling kala sedang mendaki.

8.    Rotor / Disk
Diameter rotor 180 mm untuk depan dan 160 mm untuk belakang adalah setting-an paling ideal.

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa