Rabu, 24 Agustus 2011

PSIR Dipastikan Masuk Level I Liga Pro


Rembang-Menyusul adanya larangan Pemerintah menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pendanaan klub sepak bola. Untuk dapat tampil profesional Nasib PSIR kedepan, pengelolaannya telah diserahkan oleh pihak ketiga yakni PT Bina Putra Allam Persada.
Kepala bagian Humas setda Rembang sekaligus Media Officer Klub PSIR H.M Daenuri mengatakan, penyerahan pemegang hak komersial dan hak kepesertaan Kompetisi liga profesional PSSI untuk klub PSIR Rembang musim kompetisi 2011/2012 telah ditandatangani oleh ketua umum PSIR H. Moch Salim atas nama klub PSIR rembang tanggal 13 Agustus 2011kepada PT Bina Putra Alam Persada.
Sebagai tindaklanjutnya pada tanggal 28 Agustus lalu telah dilaunching penyerahan klub PSIR Rembang kepada PT Bina putra Allam Persada.
Langkah ini diambil tentunya sebagai persyaratan agar PSIR bisa tampil profesional pada level I liga Pro, dengan demikian pengelolaan kedepan baik pemilihan pelatih, pemain sudah dikelola oleh PT tersebut, sehingga pemkab tidak akan campur tangan lagi,
Untuk itu PSIR telah membuka peluang rekrutmen pelatih dan pemain untuk liga pro musim kompetisi 2011/2012 pendaftaran dengan melampirkan curiculum vitae dikirim ke email; maxi.psir2011@yahoo.com, atau fax ke; 0295-692206 mulai tanggal 5 september 2011.
Dengan masuknya PSIR pada level I, pada tanggal 8 September nanti PSSI rencananya akan melakukan verifikasi kondisi lapangan. Tentunya Kondiisi Stadionakan segera dibenahi sesuai persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan, diantaranya melakukan pembenahan penambahan; tinggi pagar, lampu penerangan , Daya tampung 15.000-20.000, tempat parkir VIP, Fasilitas ruang media maupun persyaratan lainya yang ditentukan, .Karena pada tanggal 8 Oktober nanti akan dimulai awal putaran pertama kompetisi.
Untuk itu demi kelangsungan PSIR, Bupati H. Moch salim melalui kabag Humas berharap masyarakat, pengusaha, SKPD dan seluruh elemen yang ada ikut berperan aktif dan berpartisipasi dalam mendukungperkembangan PSIR,

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa