Selasa, 13 September 2011

Roda Petualang Di Embung Banyu Kuwung

Embung Banyukuwung berada di sungai Batok, Objek wisata ini terletak di Desa Sudo, Kecamatan Sulang, sekitar 7,5 Km dari pusat kota Rembang ke selatan. Dengan latar belakang alam desa, sawah dan ladang pertanian, membuat objek yang sedang dikunjungi oleh banyak wisatawan terutama pada hari libur, bersantai dengan seluruh keluarga dan melakukan memancing di 'embung'. Embung Banyukuwung merupakan salah satu waduk buatan berfungsi sebagai sumber air dari masyarakat sekitar, yang kadang-kadang dipergunakan untuk mengairi sawah, dan bahkan oleh masyarakat sekitar air tersebut dipergunakan sebagai air minum apabila musim kemarau telah tiba.

Embung Banyukuwung dibangun untuk menyediakan air baku 20 liter/detik untuk melayani kebutuhan 10.000 jiwa penduduk di Kabupaten Rembang, terutama Kecamatan Kaliori; dan untuk menyediakan suplesi irigasi sekitar 775 ha melalui bendung Pentil.
 Karena mempunyai panorama dan suasana yang indah maka obyek ini sangat cocok untuk wisata seperti wisata tirta, wisata agro, wisata berburu dan olah raga air. 




















Saya tertarik untuk mengunjungi embung ini, lebih dari 8 tahun lalu saya pernah kesini dengan kondisi yang berbeda. Banyak kemajuan yang terlihat, panorama yang indah pagi ini memberikan kepuasan tersendiri setelah bersepeda lebih dari 7,5 km dari rumah saya di Kelurahan Magersari - Rembang. Pemandangan yang masih perawan, banyak juga berbagai spesies burung yang terbang kesana kemari dengan kicauan merdunya. sayangnya air di embung ini agak berkurang karena kemarau panjang akhir-akhir ini. Di dekat embung ada bumi Perkemahan Karangsari Park, yang dahulu pernah dijadikan tempat Jambore Pramuka Tingkat Se-Jawa Tengah. Namun belum begitu banyak orang yang mengetahui keindahan alam tersebut, dan sayang jika PEMDA Rembang belum memanfaatkan Sumber Daya Alam tersebut. Saya harapkan Embung Banyu Kuwung ini di kelola menjadi aset di sektor Pariwisata juga yang dapat memberikan pendapatan Daerah Kabupaten Rembang. Namun saya puas hari ini saya bisa bersepeda, wisata, sekaligus fotografi. Bersepeda selain mendapatkan manfaat dari kesehatan untuk tubuh juga bermanfaat untuk melepas penat yang bisa menimbulkan stres dari aktifitas sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa