Kamis, 05 Januari 2012

PSIR Ditarget Raih Angka


Rembang-Setelah diliburkan untuk refreshing merayakan pergantian tahun, mulai kemarin skuad PSIR kembali menjalani latihan secara intensif. Tanggal 7 Januari mendatang akan bertemu musuh cukup tangguh Persipasi Bekasi, sehingga butuh persiapan maksimal.
Usai memberikan program latihan di Stadion Krida, pelatih kepala PSIR Haryanto mengatakan, perlu kesiapan maksimal untuk bertamu ke kubu Persipasi. Pasalnya manajer menarget anak asuhnya harus bisa meraih poin, dan minimalharus mampu menahan seri.
Menurut Haryanto, semua lini harus solid dan kompak dalam kerja sama tim. Pemain dibiasakan bermain bola pendek dan cepat sesuai strategi yang disiapkan. Harus aktif bergerak, komunikatif dan jangan sampai salah umpan.
Ditambahkan, untuk lini belakang dan depan sangat oke, sehingga barisan tengah lebih fokus disiapkan. Karena rata-rata diisi pemain muda dan minim jam terbang, sehingga butuh penanganan ekstra agar tim tidak timpang. Dari segi keuntungannya karena mereka masih muda tentu memiliki stamina lebih untuk bermain waktu normal. Tinggal meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan dalam net working. 
Terpisah Direktur Administrasi PT BPAP Charis Kurniawan menjelaskan pihaknya telah menerima perubahan jadwal pertandingan, pasca mundurnya Barito Putra FC, Persiku Kudus dan Persip Pekalongan dari grup 2 divisi utama yang dikelola LPIS.
Tiga tim keluar, namun ada satu tim masuk yakni Persis Solo, sehingga total pertandingan yang dijalani PSIR pada putaran pertama dan dua, sebanyak sembilan kali. Perubahan jadwal tidak membuat kami resah. Hanya sedikit mengubah skenario yang sudah disiapkan karena PSIR lebih banyak bermain tandang di putaran pertama. 
Ditambahkan, tim dan ofisial PSIR akan berangkat keJakarta pada hari ini tanggal 5 Januari, karena untuk sementara Persipasi menggunakan Stadion Lebak Bulus sebagai tempat pertandingan. Menurut informasi yang diterima, stadion home base Persipasi sedang direhab dan belum selesai.

Sumber : cbfmrembang

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa