Rabu, 11 Januari 2012

Hadapi PSIR, PSIS Berpeluang Diperkuat Steven Anderson


Bola.net - Gelandang PSIS Steven Anderson berpeluang dimainkan saat timnya menjamu PSIR Rembang pada laga lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama PSSI di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (14/1).

"Memang kondisinya terutama fisik sudah pulih, sudah ada perkembangan baik. Tetapi soal diturunkan atau tidak, kami menunggu kondisi terakhir sebelum pertandingan," kata Pelatih PSIS Edy Paryono.

Steven tidak dimainkan saat tim Mahesa Jenar memainkan pertandingan tandang melawan PSS Sleman, Jumat (06/1), karena fisiknya kurang mendukung akibat libur yang cukup lama.

Steven sendiri mengaku saat ini kondisinya siap tampil menghadapi PSIR Rembang mendatang. "Saya siap tampil all out pada pertandingan mendatang," katanya.

Menurut dia, sebagai pemain dirinya siap dimainkan dan kondisi sekarang ini juga sudah bagus, apalagi melawan PSIR sedikit banyak dirinya sudah tahu karakter bermain mereka.

Sementara itu menjelang lawan PSIR Rembang, pemain muda PSIS Azmi Aswibu pada latihan ini tampak mengalami cedera lutut, padahal sebelumnya pada dua laga terakhir pemain ini selalu menjadi pemain penting di lini belakang PSIS.

"Saya pikir cideranya tidak terlalu parah, hanya tadi sedikit merasa tidak enak dengan lututnya makanya yang bersangkutan langsung berhenti latihan," katanya.

Saat ini Donny Siregar dan kawan-kawan sudah mengumpulkan nilai empat dari dua pertandingan yang dijalaninya.

Pada pertandingan perdana, PSIS menang atas Persik Kediri dengan skor 3-0 kemudian pada laga kedua hanya bermain imbang melawan tuan rumah PSS Sleman 0-0. 

Sumber : BolaNet

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa