Jumat, 05 Agustus 2011

Ilmu Surga

  1. Ketika engkau bersembahyang oleh takbirmu pintu langit terkuakkan partikel udara dan ruang hampa bergetar bersama-sama mengucapkan Allahu Akbar.
  2. Bacaan Al-Fatihah dan surah membuat kegelapan terbuka matanya setiap doa dan pernyataan pasrah membentangkan jembatan cahaya.
  3. Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi ruku' lam badanmu memandangi asal-usul diri kemudian mim sujudmu menangis di dalam cinta Allah hati gerimis.
  4. Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup karena perjalanan hanya untuk tua dan redup Ilmu dan peradaban takkan sampai kepada asal mula setiap jiwa kembali.
  5. Sembahyang di atas sajadah cahaya melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun.
  6. Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang dadamu mencakrawala, seluas 'arasy sembilan puluh sembilan.

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa