Kamis, 24 November 2011

TIPS & TRIK MENDAKI GUNUNG DISAAT HUJAN


Kalau beraktifitas di alam kita harus siap menghadapi kondisi cuaca terburuk sekalipun. Jadi kalau mendaki gunung perlengkapan kita harus siap bila ditengah pendakian turun hujan lebat. Tidak bisa kita mendaki dengan peralatan seadanya karena kita mendaki dimusim kemarau sekalipun.

Pendakian gunung ditengah cuaca buruk seperti hujan lebat adalah bagian tersulit dan berbahaya bila kita tidak hati-hati. Pendaki pemula biasanya panik, tidak konsentrasi dan melakukan tindakan-tindakan yg tidak perlu seperti jalan bergegas, berharap cepat sampai. 

Ketika hujan turun disaat kita tengah mendaki, kita harus tenang. Tidak ada yg perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Bungkus semua perlengkapan elektronik spt camera, mp3, dsb dan masukan dalam ransel. Tutup ransel dengan raincover. Pastikan semua perlengapan dlm ransel dibungkus plastik spt sleeping bag, pakaian cadangan dsb. Karena raincover tidak bisa sepenuhnya melindungi dari hujan deras. Kencangkan (stel ulang) ikatan ransel ke tubuh. Basah membuat ikatan mengendur. Ransel yg tidak terikat kuat ke badan akan bergoyang kesana kemari, membuat tubuh limbung dan bisa mengganggu keseimbangan tubuh.

Kenakan raincoat. Sebagus apapun raincoat tidak menjamin badan tetap kering, karena air bisa masuk dari bagian wajah/kepala. Badanpun basah karena berkeringat. Namun setidaknya rancoat yg dikenakan membuat badan tetap hangat. Jangan pake jas hujan motor, kaki bisa terserimpet dan menyulitkan pergerakan.

Konsentrasi penuh ketika melangkah. Jangan pikirkan hal lain. Kurangi atau stop mengobrol dengan teman karena hanya akan mengganggu konsentrasi.

Melangkah perlahan, perhatikan langkah kaki. Air hujan membuat trek lebih licin. Ranting, akar yg melintang, bebatuan, lumpur bisa dengan mudah membuat kita tergelincir, terperosot, terpeleset, bisa mengkibatkan luka, keseleo bahkan patah kaki. 

Perhatikan baik-baik, cek dan coba dahulu kalau kita hendak menjadikan sesuatu sebagai pegangan ketika mendaki trek curam dan terjal. Pastikan yg kita pegang tidak patah, tercabut, lepas dan sebagainya.

Hindari juga makan dan minum sambil jalan, hanya akan mengurangi konsentrasi. Berhentilah bila kita hendak makan dan minum.

Bila tiba di base camp dan tenda telah terpasang. Segera lepas pakaian, celana dan sepatu basah dan kenakan pakaian kering. Setelah itu segera cari minuman hangat dan makanan kecil. Agar badan tetap hangat dan tenaga kembali pulih. Kemudian silahkan menikmati saat-saat terindah dalam hidup....kemping ditengah hujan lebat yg mengguyur deras dan kita terjebak dalam tenda, tidak bisa kemana-mana !

Selamat mendaki....jangan lupa berdoa.

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa