Rabu, 16 November 2011

PSIR Butuh Tambahan Pemain Belakang Dan Penyerang


REMBANG - Direksi dan manajemen PT Bina Putra Allam Persada (BPAP) PSIR Rembang segera mengagendakan sejumlah persiapan, setelah PSSI mengumumkan level 2 kompetisi tahun ini bergulir mulai 10 Desember mendatang.
Direktur Marketing PT BPAP Wahyu Adi Hermawan menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menyusun jadwal pelaksanaan launching pemain yang memperkuat PSIR pada musim kompetisi ini. Sekaligus akan diumumkan struktur organisasi PT BPAP selaku pengelola tim PSIR. Setelah launching tim PSIR, divisi administrasi segera mendaftarkan nama-nama pemain ke PSSI.
Terpisah, pelatih kepala PSIR Amaya menjelaskan Skuad PSIR masih kekurangan pemain pada posisi kiper, bek dan penyerang yang handal. Mengingat kompetisi tinggal satu bulan lagi dan butuh persiapan matang, maka jajaran pelatih menghendaki tambahan pemain dipenuhi secepatnya, karena perlu waktu untuk beradaptasi dengan pemain lama, utamanya guna menyiapkan kerja sama tim di lapangan.
Semetara itu Direktur Adiminstrasi PT BPAP Charis Kurniawan menyebutkan, pihaknya telah mengikat kontrak 19 pemain yang memperkuat PSIR, dengan nilai variabel sesuai hasil nego. Semua pemain termasuk generasi muda lokal Rembang yang direkrut, setiap bulan menerima gaji sesuai dengan nilai kontrak.
Saat dimintai tanggapan atas permintaan pelatih Amaya yang masih butuh 3 pemain lagi, Charis menyatakan sedang mempertimbangkan, karena manajemen masih membuka lowongan. Namun kemungkinan akan menambah untuk posisi kiper dan striker, pasalnya barisan tengah PSIR kelebihan pemain sehingga gelandang bertahan bisa ditarik ke belakang ditempatkan sebagai stoper.
Sumber : Rembangkab

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa