Selasa, 21 Juni 2011

Menobatkan Kampus Konservasi, Green Campus

Dari gerbang kampus UNNES (Universitas Negeri Semarang) sudah disuguhkan dengan pemandangan yang rindang, indah, asri, dan menarik untuk masuk ke dalam halaman-halaman kampus, yang sebagian besar taman  kampus. Rindangnya pepohonan yang tertata rapi oleh pembangunan & pengembangan kampus menjadikan suasana nyaman menempuh studi di kampus yang berjuluk UNNES Konservasi.  



Globe UNNES ditengah-tengah gapura yang megah menambah Kokohnya gapura UNNES.


Dibelakang gerbang unnes disambut dengan taman panjang ditengah-tengah jalan akses masuk dan keluar pintu gerbang UNNES.


Masuk kedalam lagi disambut dengan Tugu UNNES SUTERA (Sehat, Unggul dan Sejahtera) yang menjadi semboyan kampus ini, 


Semboyan UNNES SUTERA (Sehat, Unggul dan Sejahtera) di kukuhkan dibagian taman UNNES


Kebun Wisata Pendidikan Juga menghiasi kampus hijau ini, diantaranya Butterfly House, Anggrek House dan tanaman-tanaman penelitian guna mendukung sarana pendidikan mahasiswa jurusan Biologi.



Pencanangan kampus konservasi didukung dengan dibuatkannya parkir sepeda yang bertujuan agar mahasiswa lebih gemar untuk bersepeda jika berangkat ke kampus ini.


1 komentar:

Yudha mengatakan...

Numpang promo ya gan……: D
LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 JUTA/MINGGU
Kerja management dari program kerja online ( Online Based Data Assigment Program / O.D.A.P ) Membutuhkan 200 karyawan diseluruh Indonesia yang mau kerja sampingan online dengan potensi penghasilan 3 JUTA/Minggu + GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan. Tugasnya hanya ENTRY data, per entry @10rb. Misal hari ini anda kirimkan 200 data dari O.D.A.P yang harus di entry berarti kita dapat hari ini @ 10rb x 200 = 2 JUTA. Lebih jelasnya kirimkan NAMA Lengkap & EMAIL anda
Buka http://www.penasaran.net/?ref=92vcnd

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa