Rabu, 22 Juni 2011

dimana telah kau buang kisah itu...??

jika perjalanan telah membuatmu merasa asing dan sepi. dan airmata telah kering, hingga duka hanya jadi salak anjing. maka biarkan matamu terpejam untuk sejenak, menutup pandangan akan peristiwa yang selalu ada dan menyakitkan. biarkan pikiranmu tertidur, melupakan masalalu yang senantiasa menghantui dan ingin kau kubur di malam paling kelam. 


biarkan semuanya mengalir pada sungai waktu, melewati labirin mimpi, melewati kefanaan penuh luka. biarkan.  tapi jika kelak kita kembali bertemu di persimpangan jalan itu, engkau harus jawab satu pertanyaanku: "dimana telah kau buang kisah itu?" 

Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa