Kamis, 28 Juli 2011

Mancing Mania.... Mantap...!!!

        
       Mancing Mania adalah program dokumenter mengenai dunia memancing, khususnya sport fishing. Artinya, sport fishing lebih menitik beratkan pada aktifitas fisik, yang diperoleh saat strike (umpan disambar ikan) dengan ikan-ikan monster. Tujuan utama dari sport fishing adalah berolahraga, bukan mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya, seperti yang dilakukan oleh nelayan. 
         Mancing Mania dipandu oleh Dudit Widodo di stasiun TV Trans7 setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 16.00 WIB. Dalam setiap episodenya, pemirsa diajak mengenal lokasi-lokasi yang terdapat banyak ikan. Lokasi-lokasi tersebut bisa di lautan, sungai, danau, bahkan kolam. Sehingga, sambil memancing, pemirsa juga dapat mengetahui keindahan alam di berbagai daerah di Indonesia.
        Di setiap akhir episodenya, diharapkan pemirsa dapat mengetahui keindahan sekaligus kekayaan bahari berbagai tempat di Indonesia, sekaligus dapat menambah wawasan mengenai jenis ikan yang berhasil dipancing.


           Program acara ini memberikan dampak positif bagi pemirsa ataupun penggemar Mancing Mania, Kakak dan keponakan saya sangat gemar memancing yang memang Daerah kami berada di pesisir Laut Jawa Utara Kabupaten Rembang. Banyaknya lokasi mancing di daerah kami sehingga masyarakat Kabupaten Rembang banyak yang hobby memancing, Lokasi pemancingan di daerah kami antara lain Laut utara Pulau Jawa, Embung Banyu Kuwung, Embung Lodan, Sungai-sungai kecil, Empang, Tambak-tambak bandeng milik perorangan. Dengan adanya program dokumenter mengenai dunia memancing menjadikan referensi baru tempat-tempat pemancingan bagi pemirsa yang memang negeri ini 2/3nya adalah Lautan dan kaya potensi kelautan. Begitu juga dengan Kabupaten Rembang, Masyarakat Rembang sebagian besar mencari rejeki di laut sebagai nelayan dan pendapatan Daerah terbesar dari sektor Bahari. 

2 komentar:

om didien mengatakan...

Wah mantaf gan... :)

maslakon mengatakan...

salam mancing mania dari rembang....

Powered By Blogger

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa