Selasa, 19 Juli 2011

Touring Perdana Bersama BSC (Building Stone Center) Semarang

Add caption

            Minggu, 17 juli 2011 jarum jam menunjuk pukul 05.30, pagi ini aku bangun pagi dengan kondisi yang segar. Aku langsung bergegas ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka lalu berdandan kostum bersepeda (Kaos, Celana pendek, Helm, Kacamata, Sepatu, dll), Ku keluarkan sepeda kesayanganku Polygon Broadway 3.0 lalu ku bergegas menuju Markas BSC (Building Stone Center) dalam bahasa Indonesiannya Gedung Batu Pusat yang beralamat di Gedung batu, Pagi yang cerah dan udara pagi yang sejuk menjadi penyemangatku. Sesampainnya di Markas sudah beberapa anggota yang berkumpul, Ku sandarkan sepedaku  yang memang sengaja tak ku pasang standar lalu ku berjabat tangan sambil memperkenalkan diri. Setelah menunggu sekitar 10 menit dan semua anggota telah berkumpul Brieving pun di mulai dan di akhiri dengan doa agar kegiatan hari ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan serta selamat sampai di markas kembali. Selesai berdoa kami pun segera menggenjot sepeda masing-masing secara beriringan seperti touring denagn tujuan Gua Kiskendo Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Rute melalui jalan Gedung batu ke arah selatan selanjutnya naik ke arah Manyaran lanjut memotong pertigaan ke arah Boja, Track pertama pun saya sudah dikejutkan dengan tanjakan-tanjakan yang sudah mulai menguras tenaga. Sukses dengan etape tanjakan yang lumayan saya dikejutkan dengan tanjakan yang lebih terjal dengan tidak diberi kesempatan untuk menghela nafas, kaki pun terasa berat untuk mengayuh pedal sepeda, ku putuskan untuk turun dari sepeda dan jalan kaki mendorong sepedaku. Keringat dingin mengucur dari sela-sela pori-pori kulitku, sesampainnya didataran atas kawan-kawan sudah menunggu, Aku istirahat sejenak untuk menghela nafas tak tahunnya kondisi badanku semakin tak terkontrol, tiba-tiba penglihatanku kabur, badanku lemas, kepalaku serasa berat untungnya ada tim medis yang membatuku. Aku baru ingat bahwa aku belum sarapan pagi dan perutku serasa kosong, Pak Heri (Tim Medis BSC) menawarkan pisang kepadaku agar perutku terisi, ku makan sedikit demi sedikit dan perlahan kondisi badanku pun mulai membaik, salah satu personil menelpon personil yang lainnya yang sudah di depan membawa mobil berisi sound system. Tak lama kemudian mobil pick up pun datang dan segera aku naik ke mobil untuk memulihkan tenaga, sepedaku di bawa salah seorang personil BSC yang tidak membawa sepeda. Perjalanan pun lanjut melewati hutan karet BSB Ngaliyan dan rombongan berhenti sejenak di rumah salah seorang personil BSC, disana sudah disuguhi Teh hangat, Gorengan, Pisang Godok. Kesempatan ini aku pergunakan untuk mengisi perutku agar bertambah tenagaku, selesainnya istirahat perjalanan pun di mulai, mobil pick up pembawa sound system mendadak heboh dengan dinyalakan musik dangdut, melanjutkan perjalanan ditemani musik dangdut terasa semakin meriah dan menjadi pusat perhatian penduduk sekitar. 
           Sesampainya di Wana Wisata Gua Kiskendo kami disuguhi dengan pemndangan yang indah, Ouww... ternyata ada event Kejuaraan Grass Track disini, kami pun istirahat di depan pitu masuk Gua Kiskendo tanpa pikir panjang Tim BSC langsung melanjutkan perjalanan lagi untuk makan siang, awal mula jalan yang kami lewati aspal yang halus setelah masuk ke gang kami disuguhi dengan jalan yang berbatu melewati area hutan jati dan persawahan. Panas terik siang ini cukup menguras tenaga kami sedangkan perut kami sudah lapar untuk segera menyantap hidangan. Akhirnya warung satu-satunya di tengah hutan pun mulai kelihatan dari jauh, perut pun sudah tak kenal kompromi. Sampai di warung makan saya bergegas pesan sepiring nasi dan teh hangat, huuuuhhh.... lega rasaya perut ini, selesai makan saya pun tidur-tiduran sebentar sembari meluruskan pinggang dan kaki dan diiringi sound system yang kami bawa dan musik-musik dangdut pun mulai terdengar sambil karaoke, sekitar 1,5 jam kami beristirahat sejenak dan melepas lelah sambil sesekali menggoda gadis desa anak pemilik warung makan, hari sudah mulai sore kamipun packing untuk melanjutkan perjalanan gowes pulang melewati Ngaliyan, Melewati gang-gang kecil masuk kampung penduduk Kedungpane sampai masuk ke jalan area persawahan, jalan off road pun kami libas denagan senang. Sampai ujung kami pun menemui jalan beraspal kembali, ku genjot sepeda denagn cepat untuk segera kembali ke markas. Sekitar 20 menit kami semua sampai di markas, Sembari minum-minum sambil ngobrol melepas lelah. Tak terasa pukul sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB bergegas saya mengambil sepeda dan beranjak pulang ke kos. Sampai kos badan terasa pegal-pegal, pakaian pun sampai kotor. Begitu senang saya dengan hari ini bisa menjelajah tempat-tempat yang belum saya kunjungi selama ini, Pengalaman baru dan sejarah baru dalam hidupku terukir lagi Tour perdana dengan menggunakan sepeda bersama Klub sepeda BSC, tak terasa perjalanan hari ini menempuh jarak 50 km dari pantauan spedometer digital yang dipasang di sepeda salah seorang personil BSC, Rasannya Puasssss...!!! Sampai Ketemu di petualangan bersepeda selanjutnya dengan klub BSC...,


Tidak ada komentar:

Aku

Kuda binal yang menembus pasir-pasir putih

melayang menuju padang ilalang
kerasnya hidup hanyalah ujaran keadaan
pilihan hidup membuat manusia berdaulat

di jalan-jalan malam, lampu kota hanya menyeru
kemana tambatan kaki melaju
deru suara bereteriak memecah kelam
diri memang milik-Nya
tak kuasa menjemput sebelum ajal mendekat

kepada perempuan dengan senyum matahari
sang Evawani yang berjalan di kalbuku
air tangis ini hanya sebatas waris
dengan boneka manis yang tersenyum kepadamu
kala rangkaku telah ditelan tanah

dimana revolusi tidak pernah berakhir
aku mau hidup seribu tahun lagi*


By : Aseng Jayadipa